Pemilihan umum Gubernur Jawa Timur 2018 (selanjutnya disebut Pilgub Jatim 2018) dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019–2024. Ini merupakan pemilihan kepada daerah ketiga bagi Jawa Timur yang dilakukan secara langsung menggunakan sistem pencoblosan. Jadwal pemilihan periode ini mengikuti jadwal pilkada serentak gelombang ketiga pada Juni 2018.
Gubernur petahana, Soekarwo tidak dapat mencalonkan diri kembali karena telah menjabat selama dua periode.
Syarat pencalonan
Berdasarkan peraturan, hanya partai politik yang memiliki 20% kursi atau lebih di DPRD Provinsi Jawa Timur yang dapat mengajukan kandidat. Partai politik yang memiliki kursi kurang dapat mengajukan calon hanya jika mereka telah memperoleh dukungan dari partai politik lainnya. Hanya Partai Kebangkitan Bangsa yang dapat mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi.
"Terwujudnya Masyarakat Jawa Timur yang Sejahtera, Seimbang, Unggul, dan Berakhlak dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatoris, Inklusif, dan Menghargai Nilai-Nilai Kemanusiaan."
"Perubahan Berkelanjutan untuk Jawa Timur Makmur."
Misi
Misi
Membangun insan Jawa Timur secara utuh dengan mendayagunakan seluruh potensi melalui pembangunan sektor kebudayaan, pendidikan dan kesehatan dengan dilandasi oleh kearifan lokal yang berbasis pada nilai-nilai kesantrian, keagamaan, dan kebudayaan.
Membangun ekonomi berbasis gotong royong sehingga tercapai keadilan dan kesejahteraan yang menjangkau semua lapisan serta mendorong keberpihakan terhadap sektor ekonomi kecil dan menengah yang sinergis dengan kekuatan ekonomi yang lebih besar.
Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka dan partisipatoris sehingga terwujud kebijakan yang inklusif, di atas landasan kepemimpinan yang meritokratik, inovatif, tegas, dan mengayomi.
Memperkuat demokrasi kewargaan untuk menghadirkan ruang sosial yang menghargai prinsip kebhinekaan.
Mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan untuk menjamin keselarasan ruang ekologi, ruang sosial, ruang ekonomi, dan ruang budaya.
Meningkatkan eksesibilitas dan kualitas pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, informasi, dan kebutuhan dasar lainnya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyejahteraan keluarga.
Memperkuat pranata lingkungan sosial kemasyarakatan yang berakhlak, berbudaya, aman, harmonis, berwawasan jender, dan berkeadilan untuk pengembangan kehidupan bergotong royong.
Memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang prospektif, berkelanjutan, inklusif, untuk menjamin perluasan kesempatan kerja, pemerataan, dan kemakmuran.
Meningkatkan konektivitas dan kolaborasi antar wilayah berbasis potensi lokal, tata ruang (terpadu), dan daya dukung lingkungan untuk percepatan dan pemerataan laju pembangunan.
Meningkatkan sinergitas dan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih untuk peningkatan kualitas pelayanan publik.