Pada tanggal 7 Oktober2023 pukul 22.00 WIB, Halte Semanggi, bersama dengan Halte Bendungan Hilir, ditutup untuk sementara karena proyek revitalisasi. Alternatif pada halte ini adalah dengan mengakses halte-halte terdekat seperti Halte Senayan JCC dan Halte Gatot Subroto LIPI atau dapat pula memanfaatkan layanan Non-BRT yang tersedia pada bus stop di dekat JPO halte seperti bus stop Komdak 1 dan bus stop Komdak 2.[1][2]
Kendati direvitalisasi bersamaan dengan Halte Bendungan Hilir, Halte Semanggi selesai direvitalisasi 9 bulan kemudian dan dibuka kembali untuk melayani pelanggan pada 25 Juli2024, 11 hari setelah dibukanya Halte Bendungan Hilir. Pembukaan kembali Halte Semanggi ini mengakhiri proyek revitalisasi halte-halte Transjakarta yang berlangsung selama dua tahun lebih.[3][4]
Bangunan dan tata letak
Halte Semanggi terdiri atas dua bangunan halte dengan 6 buah peron di tiap bangunannya. Kedua bangunan halte yang dipisahkan oleh Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta ruas Tomang-Cawang dan dihubungkan dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Komdak (Semanggi), baik untuk keluar ke Jalan Gatot Subroto maupun untuk transit ke Halte Bendungan Hilir melalui akses transit sepanjang 574 meter, terpanjang di DKI Jakarta.[5]
Usai direvitalisasi, fasilitas seperti toilet ramah disabilitas dan musala pun turut ditambahkan di dalam halte tempat naik turun penumpang arah Pinang Ranti. Selain itu, diperbarui pula gedung tiket dan area peron halte di kedua sisi sehingga menambah luas halte dari 180 meter persegi menjadi total 280 meter persegi dengan fasad serupa dengan halte-halte pascarevitalisasi di Koridor 9.[6][7]
^Rezqianto, Ammar (2024-07-25). "Revitalisasi Selesai, Halte TransJ Semanggi Kembali Dibuka Hari Ini". detiknews. Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-07-26. Diakses tanggal 2025-02-16. Halte ini merupakan halte ke-46. Jadi halte terakhir dari 4 paket revitalisasi yang sudah dilakukan TransJakarta ....